Ramadhan Beda

Ramadhan kali ini terasa paling beda. Beda dengan Ramadhan-Ramadhan sebelumnya, gara-garanya pandemic si Covid-19. Wabah yang sepertinya masih belum ada tanda-tanda segera berakhir ini masih menyisakan ketakutan bagi sebagian warga. Berikut beberapa yang membedakan Ramadhan kali ini dengan Ramadhan-ramadhan sebelumnya, khusus yang saya rasakan:

  • Munggahan

Munggahan adalah makan rame-rame menjelang datangnya bulan Ramadhan. Munggahan biasanya dimulai dari sekitar seminggu menjelang Ramadhan hingga sehari sebelum Ramadhan. Entah sejak kapan tradisi ini ada. Bahkan saking sudah menjadi tradisi, instansi-instansi sering mengadakan acara ini. Sekolah pun tak ketinggalan. Beberapa sekolah biasanya mengadakan acara munggahan dengan siswa-siswinya. Ramadhan kali ini beda, taka da sama sekali kegiatan munggahan. Jika biasanya medsos dipenuhi status acara munggahan, bahkan ber-part-part, Ramadhan kali ini nyaris tak ada.

  • Ngabuburit

Ngabuburit atau jalan-jalan, berkumpul disuatu tempat sambil menunggu tibanya waktu buka puasa. Biasanya dilakukan di beberapa titik kumpul, didaerah kami ngabuburit lebih banyak dilakukan ditempat-tempat wisata, pinggir pantai. Ramadhan kali ini tidak ada, dilarang. Beberapa tempat yang biasa dijadikan tempat ngabuburit dipasang spanduk larangan ngabuburit, bahkan dijaga. Nyaris kegiatan ngabuburit pun tak ada. Bereda dengan Ramadhan-ramadhan sebelumnya.

  • Bukber

Ramadhan juga identik dengan buka puasa bersama atau Bukber. Ini pun sama, sudah membudaya. Kegiatan yang biasa dilakukan oleh hampir semua kalangan. Keluarga, instansi, anak sekolah, dll. Tiap Ramadhan biasanya ada saja undangan Bukber. Ramadhan kali ini beda, gak ada sama sekali. Dilarang euy… 😀

  • Shalat Tarawih

Shalat tarawih tetap ada. Meski ada himbauan dari pemerintan untuk melaksanakan ibadah di rumah, daerah tempat tinggal saya masih terkategori daerah hijau Covid-19. Karenanya ibadah tarawih di masjid masih dilakukan. Tapi tetap saja sedikit beda, keluarga kami lebih sering shalat tarawih di rumah.

  • Tidak Mudik Lebaran

Meski lebaran masih beberapa hari lagi, tapi sudah dapat dipastikan beberapa keluarga besar kami tidak mudik. Adik, kakak, & kerabat lain dari luar kota yang biasanya mudik lebaran, libur lebaran kali ini sudah dapat dipastikan tidak mudik. Saya sendiri dipastikan tidak akan mudik & tiap lebaran tidak pernah mudik, karena saya dan istri berasal dari satu daerah. :mrgreen:

  • Reuni dan Halal-Bilhalal.

Seolah menjadi pembiasaan libur idul fitri sering digunakan untuk acara kumpul-kumpul brsilaturahim antar keluarga, instansi, atau reuni alumni sekolah, dll. Seperti agenda alumni sekolah saya, rencananya di libur lebaran tahun ini akan mengadakan reunian. Sikon Covid-19 memastikan acara tersebut bolayteu jadi.

Ramadhan & lebaran kali ini memang beda, super beda, paling beda…

Salam haneut…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *