Pilih-pilih Coba-coba

Coba-coba merokok akhirnya ketergantungan rokok, coba-coba minum miras, coba-coba pakai narkoba akhirnya ketergantungan. Coba-coba judi akhirnya kebiasaan. Coba-coba berjina akhirnya jadi PSK. Nauzubillah… Semua berawal dari coba-coba. Coba-coba yang menjerumuskan.

Perokok misal, hampir semua teman saya yang perokok, ketika ditanya jawaban mereka awalnya coba-coba. Beruntung saya bukan perokok. Tidak pernah ketergantungan rokok. Coba-coba merokok? Pernah. Pertama kali mencoba merokok kretek, hingga setelahnya batuk-batuk, pusing. Ketika SMA beberapa teman sudah mulai merokok, saya juga ikut-ikutan, tapi tidak sampai ketergantungan. Bahkan untuk beli rokok untuk sendiri pun tidak pernah :). Waktu kuliah? Tidak merokok juga. Bahkan pasca divonis memiliki penyakit paru dan harus berobat jalan sekitar 5-6 bulan, bertekad untuk selamanya tidak jadi perokok.

Ketika dampak negatifnya belum benar-benar dirasa, bagi perokok tulisan “Merokok membunuhmu!” yang tertera dalam kemasan hampir tak berpengaruh. Perokok, pecandu narkoba, biasanya terlintas untuk berhenti ketika dampak negatifnya sudah dirasa. Tapi untuk berhenti, susahnya minta ampun. Kalau sudah keranjingan alias kecanduan & ketergantungan, kalau sudah sakau (untuk pecandu narkoba), untuk memenuhi keinginan, apapun dilakukan. Perlu perjuangan ekstra dan tekad kuat untuk bisa terlepas dari ketergantungan. Bahkan diperlukan perlakuan khusus berupa rehabilitasi bagi pecandu narkoba. Semuanya butuh proses, tak semudah membalikkan telapak tangan.

Apakah semua hal coba-coba tidak baik? Banyak juga orang sukses berawal dari coba-coba. Tapi pastinya bukan coba-coba seperti yang sudah disebutkan tadi. Coba-coba berjualan kemudian jadi pengusaha sukses, coba-coba bongkar barang elektronik jadi teknisi handal, coba-coba mainkan alat musik jadi musisi terkenal, coba-coba nyanyi-nyanyi jadi penyanyi terkenal, coba-coba coret-coret jadi penulis. Coba-coba jadi karyawan, resign dari karyawan jadi punya banyak karyawan, dan coba-coba-coba-coba yang lain. 😀

Coba-coba yang positif tidak selalu menghasilkan yang baik. Tetap perlu proses yang kadang tidak mudah dan tidak sebentar, perlu perencanaan matang, perlu tetap belajar.

Jika coba-coba yang positif saja belum tentu menghasilkan yang baik, apalagi coba-coba negatif, pasti hasilnya sesuatu yang tidak baik, menghasilkan keterpurukan, kemudharatan, bahkan merugikan diri sendiri juga orang lain. Karenanya, hindarilah!.

Salam Hangat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *