Mengapa Pelupa?

Lupa

Lupa, manusiawi. Semua pasti mengalami. Tapi jika keseringan, berkali-kali dalam sehari atau berhari-hari lupa berulang, bisa jadi ada masalah. Saya sendiri sering lupa. Lupa menaruh kunci kendaraan, lupa tempat menyimpan dompet, lupa bawa atau menyimpan HP, pernah berangkat bawa motor pulang jalan kaki (motor ketinggalan di halaman rumah tetangga), pernah lupa tempat parkir mobil, beberapa kali ketinggalan leptop, dan masih banyak kejadian lupa lain.

Sering lupa, ternyata beberapa teman juga sama, banyak yang mengalami hal serupa, pulang jalan kaki padahal berangkat kerja bawa sepeda motor, lupa nyimpan kunci kendaraan, dll., padahal diantara mereka ada yang usianya beberapa tahun lebih muda. Ini berarti pelupa saya masih normal atau setidaknya biasa juga dialami banyak orang sebagaimana orang lain sering mengalami dan bisa berangsur lebih baik lagi. :mrgreen:

Mengapa pelupa? Karena terlalu banyak pikiran? atau mulai pikun? Padahal selama ini merasa biasa saja, tidak terlalu banyak masalah, tidak ada hal yang membuat stress berkepanjangan. Googling mencari jawaban, banyak sekali faktornya, lupa bisa terjadi karena banyaknya pekerjaan yang memerlukan konsentrasi tinggi, harus beralih dari satu urusan ke urusan lain dalam waktu yang cepat, terlalu banyak multitasking, dll. Jika pelupa karena faktor ini, solusinya harus lebih banyak istirahat dan mengurangi aktivitas.

Kemungkinan lain paling serem seseorang pelupa adalah gejala penyakit Alzheimer. Alzheimer merupakan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan, sehingga otak tampak mengerut dan mengecil (Wikipedia). Penyakit ini menurut guru besar UGM Prof. Zullies Ikawati dalam blognya zulliesikawati.wordpress.com merupakan suatu sindrom demensia (kepikunan) yang ditandai dengan penurunan ingatan dan kemampuan kognitif pasien secara progresif/ cepat. Beberapa gejalanya bisa berupa: penurunan daya ingat jangka pendek atau kemampuan belajar atau menyimpan informasi, penurunan kemampuan berbahasa dan kesulitan menemukan kata atau kesulitan memahami pertanyaan atau petunjuk, ketidakmampuan menggambar atau mengenal gambar dua dimensi -tiga dimensi, dll. Penyakit Alzheimer ada stage dan levelnya, tepatnya terdiri dari 7 stage. Jika ingin tahu lebih detil searching ya… 🙂

Tanpa mengabaikan kemungkinan lain, gejala Alzheimer-lah yang paling menarik perhatian saya, lebih menakutkan tepatnya. Karena ternyata Alzheimer walau lebih sering menyerang manula, bisa juga menyerang usia produktif dengan gejala awal – stage 1 sampai 5 – biasanya tidak disadari oleh penderita. Jika sudah terkena penyakit ini diperlukan terapi khusus untuk menyembuhkannya.

Lupa manusiawi, tapi pendapat beberapa ahli, pelupa – selain Alzheimer – setidaknya bisa dicegah dengan kebiasaan hidup sehat seperti: selalu sarapan, tidur nyenyak dan berkualitas, rajin berolah raga, dll. Selain itu, ada hal sangat penting yang jangan sampai diabaikan, jangan sampai lupa supaya tidak pelupa, yaitu mengingat sang pencipta Allah Swt. Saya meyakini semua penyakit datang dan sembuh atas ijin-Nya, kita perlu mengingat-Nya, memohon petunjuk dan hidayah-Nya. #SalamHaneut.

2 comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *