Kenapa Pangandaran Menyejuk?

Akhir-akhir ini suhu di daerah kami cukup dingin, rupanya suhu dingin merata hampir di sebagian besar Pulau Jawa dan Bali. Keadaan ini terlihat dari status medsos beberapa teman. Di daerah Dieng bahkan tanaman dipenuhi es dan bersalju. Di daerah kami – Pangandaran Jawa Barat – suhu dingin seperti ini sangat jarang terjadi. Berdasar situs weather dinginnya mencapai 230C – 260C, suhu yang cukup adem karena biasanya mencapai lebih dari 300C.

Hebohnya media sosial karena dinginnya ditambah dengan beredarnya pesan berantai di Whatsapp, telegram, dan medsos lain yang mengabari penyebab suhu dinginnya beberapa wilayah di Indonesia karena Aphelion atau Aphelium yaitu keadaan titik terjauh Bumi dengan Matahari. Saya sendiri menerima pesan tersebut lebih dari satu kali. Isi pesan berantai tersebut kurang lebih berbunyi:

“SUDAHKAH ANDA TAHU

Banyak sekali pertanyaan, koq dalam beberapa hari terakhir ini dingin bangett ya?

Nah ini jawabanny, karena kita di bumi sedang berada di titik APHELION.

Pada 6 Juli 2018 hari ini, Bumi akan berada di titik aphelion yaitu posisi bumi berada jauh dari matahari… Dan itu menyebabkan SUHU bumi menjadi LEBIH DINGIN dan mencapai titik minimumnya.

Dalam bidang astronomi, ada sebuah istilah bernama aphelion.

Aphelion berarti jarak terjauh yang dicapai Bumi dalam orbitnya mengelilingi Matahari.

Sedangkan kebalikannya adalah perihelion, yaitu jarak terdekat Bumi dengan Matahari.

Yap, orbit Bumi itu tidak bulat sempurna, tapi berbentuk elips.

Maka itu, akan ada waktunya Bumi berada di titik terjauhnya dan juga di titik terdekatnya dengan Matahari.

Aphelion tahun ini akan terjadi 6 Juli 2018 pukul 23.48 WIB.

Karena puncaknya terjadi saat malam hari, maka kita yang berada di Indonesia dan sekitarnya tidak bisa melihat peristiwa ini, hanya saja suhu udara menjadi lebih dingin.

Semoga Bermanfaat Bagi yg belum tahu….

Sejak awal menerima pesan saya sudah meragukan kebenaran Aphelion berpengaruh terhadap suhu Bumi, karena tempat tinggal saya di daerah pantai yang hampir kebanyakan suhu hangatnya, sangat jarang merasakan suhu dingin atau sejuk seperti sekarang.

Seperti diketahui sesuai Hukum I Kepler bentuk rotasi Bumi adalah Elips. Aphelion atau Aphelium merupakan titik terjauh Bumi dengan Matahari yang terjadi setiap awal bulan Juli dan Perihelion atau Perihelium merupakan titik terdekat Bumi terjadi tiap awal bulan Januari. Jika Aphelion dan Perihelion berpengaruh terhadap suhu Bumi, harusnya tiap awal Juli daerah saya bersuhu lebih dingin dari biasanya, tapi nyatanya tidak. Juli tahun kemarin dan tahun-tahun sebelumnya tetap saja bersuhu cukup hangat alias gerah. Saking gerahnya, keluarga saya – yang masih belum memiliki AC – ada yang biasa tidur tanpa pakai baju :mrgreen: . Bagi saya pengalaman itu saja cukup menjadi bukti bahwa Aphelion bukanlah penyebab cuaca dingin yang terjadi di sebagian wilayah Indonesia termasuk daerah kami.

Apa yang menjadi penyebab suhu dingin akhir-akhir ini? BMKG bahkan LAPAN akhirnya menjawab mengapa suhu lebih dingin akhir-akhir ini, yang pasti jawabannya bukan karena fenomena Aphelion/ Aphelium, tapi lebih disebabkankan karena tidak adanya awan di atmosfer, angin dari Australia yang dingin dan kering ke Indonesia sehingga cuaca Indonesia menjadi lebih dingin. (dari beberapa sumber, kalau mau tahu sumbernya silahkan Googling sendiri, banyak banget hehe….).

#SalamHaneut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *