Harun Yahya me-lieur

Selain kehebohan piala dunia, diantara berita yang menyita perhatian saya akhir-akhir ini ditangkapnya tokoh kontroversial asal Turki Adnan Oktar atau lebih dikenal dengan nama pena Harun Yahya.  Menyita perhatian karena awalnya saya termasuk salah seorang penggemarnya, termasuk salah seorang yang pernah kagum dengan tulisan-tulisannya yang menentang teori evolusi Charles Darwin cs.

Kekaguman saya kepada Harun Yahya berawal sejak hatam membaca salah satu bukunya “Runtuhnya Teori Evolusi“, karena menjawab apa yang selama ini belum saya pahami. Saya sendiri awal mengenal – lebih tepatnya mendengar – teori evolusi sejak SMP pada mata pelajaran Biologi. Kala itu teori ini sudah cukup fenomenal. Kepala SMP tempat saya belajar bahkan sampai berkali-kali mengingatkan kami agar menentang teori ini karena dianggap bertentangan dengan akidah Islam. Sebenarnya waktu itu saya tidak begitu memedulikan warning dari Bapak Kepala SMP, namun karena seringnya beliau mengingatkan, saya masih ingat hingga saat ini.

Saat kuliah S1- mesti bukan di program studi yang berhubungan langsung dengan teori evolusi – teori ini secara tidak langsung kebahas di salah satu mata kuliah. Peringatan kepala sekolah waktu SMP kembali terngiang, itu juga yang membuat saya tertarik lebih ingin mengetahui tentang teori evolusi. Hingga akhirnya saya menemukan buku tulisan kompilasi dari Prof. Dr. Deliar Noer, dkk. yang salah satunya menyimpulkan bahwa Teori Evolusi sesuai dengan Al-Quran (judul bukunya lupa, maklum buku pinjaman :mrgreen: ), dan buku itu berhasil mengubah pandangan saya menjadi meyakini teori evolusi sesuai dengan ajaran Islam.

Tapi, hadirnya buku Runtuhnya Teori Evolusi dari Harun Yahya di tahun 2000-an kembali mengubah pandangan saya. Teori evolusi hanyalah dongeng, khayalan dan karangan Darwin cs. Begitu kurang lebih diantara kesimpulan buku tersebut.

Saya dibuat kagum karena materi disertai pendapat, bukti ilmiah versi penulisnya, dan ayat Al-Quran. Meski banyak juga bantahan dari pendapatnya, pasca berhasil membuat buku tersebut Best Seller di beberapa negara, Harun Yahya terus menelurkan beberapa buku-buku Islam dan audio-video. Lebih dari 300 buku dia tulis. Dalam bukunya selalu mengampanyekan sesatnya teori Evolusi.

Karenanya, saya kaget ketika mendapat fakta tepatnya tanggal 11 Juli 2018 Harun Yahya bersama dengan para pengikutinya ditangkap Polisi setelah sebelumnya sempat buron. Beberapa dakwaan menimpanya, diantaranya: Ideologi menyimpang dan telah melakukan banyak kriminal mulai dari membentuk organisasi dengan niat jahat, melakukan kejahatan seksual anak, melakukan hubungan intim dengan anak di bawah umur, melakukan penculikan, menyekap anak di bawah umur, hingga melanggar aturan hukum soal pajak dan melanggar undang-undang antiteror.

Awalnya saya berharap kabar-kabar miring tentang Harun Yahya dan ditangkapnya hanya hoax, tapi pasca cross check, googling, dan bertanya ke beberapa teman. Ternyata kabar itu benar. Mang Harun Yahya alias Abah Adnan Oktar memang orang lieur….. lieur salieur-lieurna nu lieur.

#Salam Haneut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *