Finansial dan wajah

Ganteng dan cantik itu relatif. Jelek itu mutlak.” Pernah dengar kalimat itu? Kalimat menohok bagi yang merasa dirinya kurang beruntung dari segi paras atau fisik. Apakah benar cantik itu relatif, jelek itu mutlak? Daripada sibuk memikirkan jawaban itu, mending fokus untuk tetap bersyukur dengan keadaan kita. Tapi, ada kabar gembira bagi yang merasa memiliki paras kurang ganteng atau kurang cantik. Penelitian terbaru Satoshi Kanazawa dari London School of Economics dan Political Science dan Mary Still dari University of Massachusetts, Boston dalam Journal of Business Psychology – menyebut bahwa orang-orang yang sangat tidak menarik dan memiliki wajah yang tidak cantik atau tidak ganteng alias jelek, memiliki penghasilan yang lebih banyak. Penelitian yang dilakukan kepada 20.000 anak muda Amerika ini tentunya menjadi temuan baru, karena biasanya kita melihat orang-orang berpenghasilan tinggi berparas rupawan, terutama yang berada diperusahaan-perusahaan atau perkantoran sebagai bahan marketing agar perusahaan dikenal dan diminati.

Penelitian tersebut membuktikan bahwa rupawan tidak berkorelasi positif dengan finansial. Karena kenyataannya sering kita melihat pengusaha sukses berparas biasa, dan sebaliknya orang berparas rupawan yang kurang sukses. Meski begitu, penelitian ini tentunya bisa menjadi motivasi bagi orang yang merasa dirinya kurang menarik. Pun demikian bagi yang merasa rupawan. Karena ternyata rupawan, ganteng, cantik, tidak menjamin pada kesejahteraan.

Intinya, paras rupawan tidak menjamin kesejahteraan. Pun sebaliknya, jelek dan tidak menarik tidak berarti kurang finansial. Semua orang memiliki kesempatan sama untuk sukses. So, don’t worry, yang penting usaha dan do’a.

Sekali lagi, yakinlah, “Paras rupawan tidak berkorelasi positif terhadap finansial”.

Salam.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *