Harun Yahya me-lieur

Selain kehebohan piala dunia, diantara berita yang menyita perhatian saya akhir-akhir ini ditangkapnya tokoh kontroversial asal Turki Adnan Oktar atau lebih dikenal dengan nama pena Harun Yahya.  Menyita perhatian karena awalnya saya termasuk salah seorang penggemarnya, termasuk salah seorang yang pernah kagum dengan tulisan-tulisannya yang menentang teori evolusi Charles Darwin cs.

Read more

Kenapa Pangandaran Menyejuk?

Akhir-akhir ini suhu di daerah kami cukup dingin, rupanya suhu dingin merata hampir di sebagian besar Pulau Jawa dan Bali. Keadaan ini terlihat dari status medsos beberapa teman. Di daerah Dieng bahkan tanaman dipenuhi es dan bersalju. Di daerah kami – Pangandaran Jawa Barat – suhu dingin seperti ini sangat jarang terjadi. Berdasar situs weather dinginnya mencapai 230C – 260C, suhu yang cukup adem karena biasanya mencapai lebih dari 300C.

Read more

Underground Ideology

Tulisan berikut pengalaman saya diajak untuk mengikuti ideologi yang menentang Pancasila dan NKRI di awal masa perkuliahan dulu, di sebuah PTN di Bandung. Ideologi yang bercita-cita mengganti Pancasila sebagai ideologi negara.

Berawal dari teman SMA (Y), mengajak bertemu untuk sekedar bersilaturahim. Kemudian dikenalkan dengan seseorang (X) untuk diskusi keagamaan atau pengajian yang dia sebut ‘mentoring’. Singkatnya, saya ikut mentoring. Di awal pemaparan, saya sangat tertarik, salut dengan pemahaman Al-Qur’an yang dia sampaikan. Tema yang disampaikan tentang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara. Materi disampaikan sangat runut dan mudah dipahami dengan mengutip ayat-ayat Al-Qur’an dengan tafsiran versi mereka. Kecurigaan saya berawal diakhir diskusi. Saya meminta tulisan / coretan materi yang disampaikan X, dia dengan sigap menolak dan langsung mengambil tulisan materi tersebut. Padahal hanya secarik kertas dan coretan-coretan yang ditulis selama diskusi. Pun ketika saya bertanya dari mana mendapatkan materi sebagus itu? Jawabannya tidak jelas.

Read more

Finansial dan wajah

Ganteng dan cantik itu relatif. Jelek itu mutlak.” Pernah dengar kalimat itu? Kalimat menohok bagi yang merasa dirinya kurang beruntung dari segi paras atau fisik. Apakah benar cantik itu relatif, jelek itu mutlak? Daripada sibuk memikirkan jawaban itu, mending fokus untuk tetap bersyukur dengan keadaan kita. Tapi, ada kabar gembira bagi yang merasa memiliki paras kurang ganteng atau kurang cantik. Penelitian terbaru Satoshi Kanazawa dari London School of Economics dan Political Science dan Mary Still dari University of Massachusetts, Boston dalam Journal of Business Psychology – menyebut bahwa orang-orang yang sangat tidak menarik dan memiliki wajah yang tidak cantik atau tidak ganteng alias jelek, memiliki penghasilan yang lebih banyak. Penelitian yang dilakukan kepada 20.000 anak muda Amerika ini tentunya menjadi temuan baru, karena biasanya kita melihat orang-orang berpenghasilan tinggi berparas rupawan, terutama yang berada diperusahaan-perusahaan atau perkantoran sebagai bahan marketing agar perusahaan dikenal dan diminati.

Read more
1 2 3