Beda Sikap Beda Hasil

Beberapa hari lalu, seperti biasa diakhir pekan saya menuju kampus. Setibanya ditujuan alarm mobil selalu nyala tiap saya menguncinya, ternyata masalahnya pada lampu rem belakang yang tetap menyala meski mesin mobil dimatikan. Saya memutuskan menuju tempat service. Ke teknisi saya langsung jelaskan permasalahannya. “Sekalian dengan tune up atuh Pak.” Pinta salah seorang diantaranya yang langsung saya iya-kan.

Selesai service menuju tempat pembayaran. Begitu keluar ruang bayar, salah seorang teknisi menghampiri, “Pak untuk service lampu rem tidak dimasukkan ke nota pembayaran, kasih we si bapak itu seikhlasnya”, pintanya sambil menunjuk temannya. Tanpa menunggu kalimat berikutnya saya memberi uang tambahan ke yang bersangkutan bukan ke orang yang ditunjuk.

Pengalaman itu mengingatkan saya pada suatu kisah, ketika Albert Einstein menginap pada sebuah hotel di Jepang pada November 1922 ketika akan menerima nobel. Saat itu petugas hotel menolak diberi uang tip, sebagai gantinya Einstein memberi dua kertas dan menulis kalimat nasihat luar biasa dalam bahasa Jerman.

Pada kertas pertama, kertas yang memiliki kop hotel tempatnya menginap, Einstein menulis “Hidup yang tenang dan sederhana akan memberi lebih banyak kebahagiaan dibandingkan hidup yang mewah tapi gelisah.” Di kertas kedua – kertas tak memiliki kop – bertuliskan; “ketika ada kemauan di sana ada jalan.”

Tulsan Tangan Albert Einstein. Sumber: www.laopinion.com.co
Tulsan Tangan Albert Einstein. Sumber gambar: www.laopinion.com.co

Siapa sangka, tulisan di kertas itu masih tersimpan dengan rapi secara turun-temurun, hingga kemudian dilelang pada bulan Oktober 2017 lalu. Tulisan di kertas yang memiliki kop terjual senilai US$ 1,56 juta atau sekitar Rp. 20,2 miliar. Tulisan dikertas tak ber-kop laku senilai US$ 240 ribu atau sekitar Rp. 3,24 miliar oleh penggemar Einstein.

Sungguh, dua sikap dan hasil yang sangatlah beda. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari dua kisah tadi. Sikap ikhlas, sederhana, kebaikan akhlak, akan menghasilkan kebahagiaan sejati. Allah yang maha Rahim, pengasih bagi semua makhluk-Nya.

Salam…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *